Kabar tentang kematian Adonis telah mengejutkan seluruh penghuni Olympus. Itu semua karena hampir seluruh rakyat Biblos di desa Afqa mengatakan jika sungai dari gunung sana yang mengalir ke laut membuat air menjadi semerah darah, sementara bagaimana kematian Adonis merupakan sebuah misteri. “Sebuah kematian yang patut untuk dirayakan,” ujar Ares sang dewa yang dikenal haus darah. “Bukan kah begitu?” Dia melirik pada Artemis yang duduk di sebrang meja. Mengangkat piala berisi anggur. Bukan hal yang aneh jika kematian Adonis menjadi kebahagiaan bagi Ares. Keduanya terlibat pertikaian asmara, sama-sama mencintai dewi Aphrodite. Namun seperti yang semua orang tahu, Aphrodite tidak pernah cukup dengan satu laki-laki. Tidak mungkin pula bagi Ares untuk membenci wanita tersebut, maka pilihannya

