"Abang tak masuk kerja hari ini, ya." Ruslan menyuapi Halimah. "Kerja, Bang. Limah tak apa-apa. Nanti juga sembuh. Sudah diberi sarapan cinta oleh Abang, pasti lekas pulih lagi," canda Halimah. "Nanti makan siang bagaimana?" tanya Ruslan. "Limah itu strong. Tenang saja, latihan untuk Limah jika nanti sudah punya anak, jadi ibu sekaligus istri tetap tidak boleh sakit. Nanti siapa yang mengurus anak dan suami," sahut Halimah. "Abang tak setuju dengan kalimat istri itu tak boleh sakit. Ya kalau istri sakit bukankah ada suami? Kita bisa saling bantu dan melengkapi." Ruslan menyeka sudut bibir Halimah karena ada bubur tersisa. "Abangnya Limah manis sekali!" puji Halimah. "Tapi Abang tetap harus kerja, ya. Ini saja sudah enakkan. Perhatian dan cinta dari Abang sudah memberikan kekuatan untu

