79. Tujuh Puluh Sembilan

1173 Kata

"Iya, tentu saja aku masih ingat. Apa kabar?" Nenden menerima uluran tangan Mira seraya tersenyum hangat. "Aku suka sekali makan brownies, di rumahku selalu ada persediaan brownies aneka rasa. Lalu Alfian cerita kalau salah satu teman angkatan kita ada yang pandai membuat brownies. Dia bilang, browniesnya enak sekali. Nah, diajaknya aku ke sini!" papar Mira ramah. Nenden merasa tersanjung karena Alfian memuji kelezatan brownies buatannya. Nenden tersipu saat melihat Alfian menatapnya lekat, tentu saja dengan senyumnya yang menawan. "Oke, apa rasa andalan brownies di sini?" Mira berkeliling melihat-lihat brownies buatan Nenden. "Semuanya enak, percaya saja padaku. Tak kalah enak dengan rasa brownies mahal yang selalu kau suguhkan untukku di rumahmu!" ujar Alfian. Mira manggut-manggut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN