60. Enam Puluh

1086 Kata

Alfian sedikit merasa risi dengan bisik-bisik karyawan perempuan yang baru pulang dari pabrik. Ia turun dari motor lalu ikut duduk di dekat Atikah dan Weni. "Bang Al, ini aku Weni, masih ingat padaku, Bang? Aku adik kelasmu sama seperti Atikah dan Halimah!" Weni menepuk bahu Alfian. Alfian mesem lalu mengangguk. "Iya ingat!" Weni senyum-senyum senang melihat Alfian tersenyum padanya. "Wen, inget pinang muda, Wen!" ucap Bu Joko sambil geleng-geleng kepala. "Ssstt!" Weni menempelkan telunjuk ke bibirnya  "Bang, aku Atikah. Abang kenapa lama tak pulang, aku sudah lebih dulu dipinang orang," ucap Atikah tak mau kalah. "Ini mamah muda sama anak perawan kenapa pada genit sama Alfian, ya?" protes Bu Sinta. "Bu Sinta juga boleh genit-genitan sama Bang Alfian, tak ada yang melarang. Abang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN