89. Bola-Bola Hati

1904 Kata

"Kapan datang dari Malang?" tanya Alfian pada Anisa. "Sudah beberapa hari sejak Mbak Halimah pertamakali mendapat kabar kalau ia hamil," jawab Anisa. "Apa? Halimah hamil?" Alfian terkejut seraya menoleh pada Nenden. "Iya, Halimah sedang hamil. Anisa menggantikan Halimah di sini, sembari belajar membuat macam-macam bolu," jawab Nenden. "Alhamdulillah, akhirnya!" ucap Alfian tampak senang. "Bang Alfi, sudah menikah belum?" tanya Anisa lugas. Alfian mesem. "Belum, Nis!" kekeh Alfian. "Setampan ini belum jua beristri? Cha Eun Woo saja kalah ganteng, Bang!" guyon Anisa renyah. Nenden memperhatikan Anisa. Candaan dia untuk Alfian dan Surya berbeda. Tidak ada sinar pelangi di mata Anisa untuk Alfian. "Dulu kau sangat pemalu sekarang sudah bisa mengajakku bercanda rupanya," sahut Alfian.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN