90. Sembilan Puluh

1574 Kata

Halimah dan Anisa selesai makan mie ayam di kios sebelah toko kue Nenden. Saat hendak masuk ke toko kue, Anisa terpeleset dan jatuh di pinggiran tembok kios yang lumayan tinggi. "Ya Allah, Nisa" Halimah kaget. Anisa meringis. ia memegangi pinggangnya. "Untung yang jatuh bukan Mbak Limah!" ucap Anisa. "Apa yang sakit?" tanya Halimah khawatir. "Mbak, aku sedang pura-pura. Tenang saja, Bang Surya sedang kemari," bisik Anisa. Halimah melihat ke sekitar. Benar saja, Surya baru keluar dari mobilnya lalu mengerutkan kening melihat Anisa yang sedang menunduk mengelus lutut dan juga pinggangnya. "Kenapa?" tanya Surya pada Halimah. "Terpeleset dari tembok itu, Bang!" sahut Halimah. "Temboknya lumayan tinggi itu. Kau bisa bangun?" tanya Surya pada Anisa. Anisa mengangguk tanpa kata. "Ya, su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN