Ruslan berusaha melepaskan pelukan Mira. Namun Mira semakin mempererat pelukannya. "Kumohon, biarkan aku bersandar di pelukanmu lebih lama," pinta Mira. Ruslan bingung. Sosok Halimah menari-nari dalam pikirannya, tapi pesona Mira yang dulu pernah mengisi hatinya kini begitu tangguh menggodanya. "Mir, jangan seperti ini. Petirnya sudah berhenti," pinta Ruslan pelan. Mereka berdua masih dalam posisi duduk di bawah meja. Mira memeluk Ruslan erat. Ia benar-benar menginginkan Ruslan saat ini. Hati Ruslan berdentum tak karuan. Ada yang menyentuh hangat dibalik blazer Mira dan aroma parfum Mira semakin melemahkan akal sehat Ruslan. Tiba-tiba Mira merangsek, mendorong tubuh Ruslan dengan kekuatan penuh. Posisi Ruslan yang tidak siap mendapat serangan, terjatuh berbaring. Mira berada di ata

