Pilihan Sulit

1601 Kata

"Gue antar pulang." Tiba-tiba Bara nongol saat aku dan Mas Arga melangkah keluar restoran. Entah darimana dia tadi. Muncul tiba-tiba, hilang pun tiba-tiba. Laki-laki di samping Mas Arga itu kembali nyengir lalu menunjuk mobilnya yang masih terparkir. "Ayolah. Jangan menolak. Mumpung Gue masih baik," sambungnya lagi. Cengirannya terlihat tulus seperti biasa. "Karen sakit, Bar. Kita ke klinik terdekat dulu deh. Takut kenapa-kenapa sama kandungannya," ucap Mas Arga sembari mengusap perutku yang mendadak kram kembali. Bara cukup kaget melihat wajahku yang mungkin sedikit pucat. Tak membuang waktu, dia buru-buru membuka pintu mobilnya lalu memintaku masuk. Setelah membantuku duduk di kursi belakang, Mas Arga pun duduk di sampingku sementara Bara seperti supir yang duduk di kursi depan sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN