POV : Karenina "Jangan pernah berpikir aku akan terus diam, Karen. Dulu aku tak peduli sebab aku memang belum menyukai Mas Arga, tapi sekarang kondisinya berbeda. Kelembutan, tanggungjawab dan keikhlasan Mas Arga membuatku semakin mencintainya. Dia adalah ayah SMA ung terbaik untuk anak-anakku. Jadi, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan cintanya. Bertahanlah kalau kamu mau berbagi hati, kalau nggak sanggup mundurlah daripada terus sakit hati," ucap perempuan itu lagi setelah aku sampai depan pintu kamar mandi. "Ternyata dugaanku benar tentangmu, Dira. Kamu tak sepolos yang mereka kira. Kamu culas. Kamu licik dan kamu-- "Cukup! Tahu apa kamu tentang hidupku. Kamu hanyalah benalu dalam rumah tanggaku dan Mas Arga. Ingat statusmu yang kedua. Kamu tahu apa artinya kedua?

