"Kenapa Lo, Ga?" Sepertinya Bara juga sama sepertiku, merasakan ekspresi Mas Arga yang mendadak berbeda. "Dira, siapa?" Bara menoleh ke arahku setelah menyebutkan nama itu. Sepertinya perempuan itu kembali mengirimkan pesan tak enak didengar. Terlihat jelas Mas Arga begitu geram sembari terus melihatku dan Bara bergantian. "Kenapa Lo, Ga? Aneh banget sih." Bara kembali berkomentar. Mas Arga memejamkan mata beberapa saat lalu menghela napas panjang. Kulihat dia masih berusaha meredam emosinya yang tadi terlihat memuncak. Kupikir akan meledak seketika, tapi ternyata aku salah. Dia justru tersenyum tipis setelahnya. Menatapku dan Bara bergantian lalu tertawa. Entah apa yang ada dalam benak suamiku itu. Bisa-bisanya dia bercanda senorak ini. Menyebalkan! "Tegang banget wajah kalian

