"Kapan kau melepaskan semua rantai ini Aro?!" Aro membaca tulisan tangan pangeran malang itu, dia kemudian kenggeleng dan tersenyum. Senyuman yang entah mengapa seperti menggambarkan banyak sekali makna. "Pangeran, kau belum Pulis sama sekali. Kau belum mampu mengeluarkan suaramu." ucap Aro yang masih sibuk dengan buku tebal yang sedang ia baca. "Aku harus segera mencari Dhara! Kak Draco juga pergi mencari Calla yang hilang! Aku tak bisa diam saja! Sialan!" Setelah membaca tulisan Jayden, Aro merebut kertas dan pena yang menjadi media komunikasi Jayden selama ini. "Maaf pangeran, tapi tulisanmu itu terlalu kasar, seharusnya kau tak menuliskan umpatan disana." ucap Aro yang menyimpan pena dan kertas itu di dalam lemari. Jayden mendesah marah, ia sangat tak menyukai kondisi ini. Kondis

