Siapa sangka pertemuan Alwan dengan sepupu-sepupu Bagas, akan berlangsung lama hingga matahari kembali ke peraduan. Alwan mengakui ada rasa nyaman yang memenuhi d**a, ketika orang-orang yang ditemuinya itu membawanya terhanyut pada pembicaraan. Bahkan pembicaraan tidak penting mengenai, siapa yang keluar lebih dulu antara telur dan ayam, bisa terasa begitu mengasyikkan di antara mereka. Inilah alasan Bagas selalu mengeluk-elukkan keluarganya sendiri, bukan karena ingin merayu Alwan agar cepat memberi kepastian pamannya. Tapi, memang kehadiran keluarga Pradana itu berhasil menyebarkan kehangatan melalui tawa. Bahkan hingga saat ini, Alwan masih dibuat terkikik geli akan candaan yang dilontarkan Baskara kemarin. Berhasil membuat Mamanya mengernyitkan dahi, baru pertama kali melihat anaknya

