"Udah puas makan kerak telornya?" Sindiran Ochi sukses membuat Tama tertawa senang. Ia tak merasa bermasalah disambut sindiran, ketika ia muncul di butik milik Ratna dan justru duduk anteng di ruang tunggu di lantai bawah. Pemuda itu nampak jelas, sedang bahagia. "Puas banget, kerak telor ternyata bisa bikin orang jatuh cinta juga ya?" Alwan dan Ochi saling berpandangan, tak mengerti maksud perkataan Tama yang kini tersenyum sendiri. "Lo tau darimana kita kesini? Gue gak bilang apa-apa soal butik ini deh." "Gue-" "Mas yang nyuruh dia kesini." Tiba-tiba Babas masuk ke dalam butik masih dengan pakaian kerjanya. Ekspresinya nampak lelah, namun menyempatkan untuk mengulas senyum. "Sementara ini kamu nginep di rumah Tama dan Ochi ya." "Kenapa Mas?" tanya Alwan mengernyitkan dahi tak paham.

