Ochi tak ingat sudah berapa lama, ia tak merasakan meja makannya seramai ini. Ia tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum, melihat Bundanya dan Tante Naya bercengkrama di ujung meja. Ayahnya dan Om Aldi yang sedang bertukar candaan, ataupun Tama yang senang sekali menggoda Hanan akan foto pemotretannya. Ia masih tak mengerti, bagaimana bisa sepupunya itu begitu cepat akrab dengan Hanan. "Dimakan itu." Suara Alwan yang menegurnya berhasil memecah lamunan Ochi. Ia menoleh, mendapati Alwan yang sedang melahap rotinya dengan alis berkerut. "Kenapa sih? Seneng banget kayaknya. Gak mikir jorok kan?" Cepat-cepat pundak Alwan dipukul, oleh Ochi. Bagaimana bisa sahabatnya itu berpikir bahwa ia berpikir yang tidak-tidak? Tak sadarkah ia kalau Ochi bahagia karena semenjak Alwan mengingat mereka,

