Dua Puluh Enam: Backstabber

1995 Kata

"Oke, gue rada risih ya dilihatin anak-anak lain kayak gini." Tama menghela napas, berbisik pelan pada Alwan yang berjalan di sebelahnya. Setelah berpisah dengan Ochi di gerbang utama, kini mereka berjalan berdua memasuki gedung IPA. Sepanjang jalan Tama menyadari betul beberapa tatapan penasaran yang ditujukan terang-terangan padanya. Jenis tatapan yang sedikit berbeda dari apa yang ia terima sebagai murid baru kala itu. Sepertinya postingan Bagas yang mengirimkan foto kebersamaan mereka berenam di panti asuhan itu, berhasil memicu rasa penasaran. Bagaimana bisa, seorang anak baru dan anggota cheers yang tidak terkenal tiba-tiba menjadi dekat bahkan satu circle pertemanan dengan seorang Alwan. Bahkan Altair dan Raven saja hanya terlihat dekat dengannya ketika berkaitan dengan ekskul.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN