Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan sebuah rumah panti asuhan. Pintu terbuka menampilkan Tama yang keluar dari dalam mobil, seraya menyandang tasnya. Ia menatap rumah bergaya sederhana di depannya. Sebuah rumah yang sebenarnya sudah cukup tua, namun masih terawat dengan baik. Sebuah rumah yang menjadi saksi bagaimana Tama menemukan kebahagiaannya secara bertahap. Di mulai dari pertemuannya dengan Alwan dan Ochi hingga pertemuannya dengan orang tuanya saat ini. Rumah di depannya menyajikan banyak cerita dan perasaan yang selalu membuat Tama tenggelam dalam pikirannya sendiri. Seperti saat ini. "Lo tau, sebelum gue ingat. Gue selalu bingung sendiri, kenapa gue rutin banget ke panti asuhan ini." Alwan berucap ikut menatap panti asuhan tempat Tama dulu tinggal dengan senyuman

