Hari Senin, entah kenapa selalu di mulai dengan hal menyebalkan. Buktinya saat ini, upacara yang harusnya sudah selesai 10 menit yang lalu masih belum usai. Penyebabnya, salah satu guru yang menjadi pembina upacara belum selesai juga menyampaikan amanat. Tak menyadari kalau waktu sudah berlalu cukup banyak. Di salah satu barisan IPS, nampak Ochi yang sudah berkeringat dingin. Kedua tangannya ia remas, mencoba meredam rasa sakit yang seolah memutar organ dalam perutnya. Kakinya sedikit bergetar, tak sanggup lagi menahan rasa lelah dan sakit bersamaan. Tapi tak ada satupun keluhan yang keluar dari bibirnya. "Kenapa Chi?" bisik Rainbow pelan berhasil mengalihkan atensi Ochi padanya. Teman sekelas Ochi nampak mengerutkan dahi melihat Ochi yang berkeringat cukup banyak. Walau berbaris di lapa

