"Orchidia Alena." Ochi yang semula melamun, tersentak ketika namanya dipanggil. Dia menelan ludah gugup, masih dengan senyum terkembang. Perlahan ia bangkit dari posisinya, beranjak menuju hadapan Bu Emile yang sudah memberikan senyum lembut. Menyalurkan semangat untuk anak murid yang paling ia harapkan perkembangannya. Walau sesaat Bu Emile mengernyitkan dahi, menyadari kedua pipi Ochi sedikit menirus dengan lingkaran hitam di bawah mata. Sekali lihat pun, beliau tau Ochi nampak lemas dibanding biasanya. Kedua mata Ochi terpejam sesaat, merapal doa dalam hati sebelum mengangguk siap. Ia membuka mata lantas mulai bergerak. Sekuat mungkin dia menghindari kontak mata dengan teman satu timnya. Langkah Ochi nampak ringan, namun tetap terasa bertenaga. Ia sesekali berseru semangat, mengucapka

