Suasana kantor masih seperti biasa, teman-teman satu fungsinya sangat menyenangkan. Pimpinannya pun sangat baik. Ruangannya nyaman dengan kubikel pribadi yang boleh ditata sesuka hati pekerja yang duduk di sana. Obrolan dan tawa kecil di sela-sela pekerjaan membuat suasana kerja yang menyenangkan sebetulnya bagi Ayla. Akan tetapi, sejak pagi duduk wanita itu tidaklah tenang, keluh kecil dan desah berat selalu keluar dari bibirnya. Pikirannya penuh dengan sosok laki-laki yang tak mau di seret keluar dari hati dan otaknya. Nama dan wajahnya selalu membayang di pelupuk matanya. Konsentrasinya sudah terpecah. Beberapa kesalahan ia lakukan saat mengetik laporan maupun mengirimkan berkas. Ayla tak tahu bagaimana harus menghadapi laki-laki itu, walau ia sudah berusaha menghindar. Yudha selalu

