Djenar menatap kaca yang menampilkan refleksi dirinya. Pandangan matanya terfokus pada bibir merahnya. Ia memegang bibir itu, mengingat kembali rasa yang timbul ketika bibir Askhara menempel di sana. Djenar menyentuh dadanya. Terasa debar-debar yang sama seperti saat bibir Askhara menyentuh bibirnya. Itu ciuman pertama Djenar. Anehnya, ia tak merasa marah sama sekali. Meski menurut Askhara itu bukan ciuman, melainkan sebuah kecupan, tapi Djenar tetap tak tau apa bedanya. Lagipula yang lebih penting adalah kata-kata Askhara setelah itu. "Gue kayaknya suka sama lo. Bisa nggak lo di sini aja? Jangan tinggalin gue." Djenar tersenyum lebar sekali. Bahkan suara, nada bicara, dan ekspresi Askhara saat mengatakannya masih terekam jelas di kepala Djenar. Belum pernah ada yang mengungkapkan pera

