Djenar tersenyum sendiri. Bibirnya mungkin bisa robek kalau dia tersenyum sedikit lebih lebar lagi. Ia teringat sensasi ketika Askhara tertidur di bahunya semalam. Sensasi aneh namun menyenangkan. Gadis itu mengintip ke luar jendela. Askhara baru saja pergi dengan sepedanya. Djenar memukul-mukul bantal karena merasa gemas sendiri. Ia lalu berbaring di kasur dan memutuskan untuk tidur. Di sisi lain, Askhara mengendarai sepedanya dengan semangat. Entahlah, hanya saja ia merasa dapat suntikan energi setelah menghabiskan hari dengan Djenar kemarin. Rasanya bahkan jauh lebih menyenangkan dibanding bersama Tea. ... Askhara memang lebih suka di rumah. Tapi ia tak pernah merasa sebegini ngebetnya ingin pulang ke rumah. Entahlah, tapi bawaannya Askhara mau ketemu Djenar mulu. Apa ini efek setel

