Seluruh logika Adam di kerahkan untuk menganalisa apa yang sedang dia hadapi sekarang. Rasa – rasanya bukan membaik malah jadi tambah aneh, semakin dia mencoba memperbaiki situasi semakin jauh pula realita dari harapannya. Menurutnya usahanya dalam menunjukan perasaannya kepada perempuan di hadapannya ini sudah sooo obvious kayak maicih leveel sepuluh, tapi sayangnya dia lupa memperhitungkan kerasnya kepala Hannah yang gak bisa asal nerima jadi setiap pernyataan yang keluar dari mulutnya. Dari reaksi cewek itu Adam mengambil kesimpulan, mungkin Hannah butuh penjelasan lebih sampai dia benar – benar ngeh dengan maksudnya. Hal yang agak sulit, karena dia pun juga tidak mendapat penjelasan apa – apa dari hatinya sendiri. Yang dia tahu setiap melihat Hannah akal sehatnya kayak udah di setel

