Tengah lapangan Valeta kini berdiri menghadap bendera tepat di lapangan bersama Lisa, guru piket mengawasi keduanya untuk menyelesaikan hukuman. Lisa terlihat kegerahan sementara Valeta tak terlalu memusingkan terik matahari yang menyengat siang itu. "Ini sebagai hukuman kalian agar jera, untuk selanjutnya kalian harus membantu ibu kantin membereskan kerusakan yang kalian perbuat. Mengerti!" ucap guru piket mondar mandir di depan mereka dengan wajah garangnya. "Iya pak!" Seru keduanya dengan suara lirih. Sekitar 30 menitan mereka berdiri sambil hormat di tiang bendera. Lisa tak betah, beberapa kali ia mengeluh panas. Wajahnya pun pucat berdiri terlalu lama di sana. Bruk, lisa tiba-tiba ambruk di depan saking tak betah. Sontak guru kaget dan langsung berteriak meminta pertolongan.

