“Ada yang mau kamu bicarakan dengan saya?” Keynan akhirnya menemui Valeta di belakang sekolah yang saat ini sepi. “Ada, banyak. Pertama kenapa Anda bisa ada di sekolah ini? Kedua kenapa tiba-tiba muncul sebagai guru pengganti di kelas saya?” Keynan hanya tersenyum. “Bukankah saya sudah bilang sebelumnya, kalau saya bekerja sebagai guru.” “Guru di sekolah ini?” Valeta masih tak percaya “Seperti yang kamu lihat, mulai hari ini dan seterusnya saya akan jadi guru matematika kamu.” “Sialan!” Valeta mengupat kesal “Eh, bilang apa barusan. Valeta ini di sekolahan dan saya guru kamu.” Valeta mendengus kesal. “Terserah Anda, tapi saya minta sama Bapak. Jangan sampai teman-teman saya tahu hubungan kita.” Keynan paham. “Baiklah, saya paham.” Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Keyna

