Hahahaha, tawa renyah terdengar memenuhi kamar yang ada dua insan di sana. Keynan begitu puas berhasil mengerjain Valeta yang ketakutan karenanya. Sementara Valeta—jangan tanya, ia sangat kesal dengan ulah menyebalkan Keynan. “Dasar anak kecil, gitu aja takut. Padahal saya belum menciummu.” Ck, Valeta berdecak, ia melempar bantal ke arah keynan saking kesalnya. “Lucu juga ya ngelihat kamu ketakutan kaya tadi,” Keynan masih saja menggodanya. “Udah ah, mendingan bapak keluar dari kamar saya, karna saya mau ganti baju terus mau istirahat, oke!” Valeta mendorong Keynan keluar dari kamarnya paksa. “Keluar!” “Tung-tunggu!” Keynan menahan “Apa lagi?” “Kalau perlu bantuan, bilang sama saya.” “Bantuan apa?” Valeta mendelik. “Bantuin buat gedein tuh!” Keynan melirik pada belahan d

