Valeta berkeliling di dari meja satu ke meja lain sambil membawa piring. Sudah ada beberapa kue yang ia pilih, tapi pilihan menu yang begitu banyak membuat Valeta bingung. Sementara Keynan yang mengamati dari kejauhan hanya tersenyum melihat kelakuannya. “Tuan Keynan!”kejut seorang laki-laki membuyarkan lamunannya. Keynan menoleh, rupanya salah satu kliennya memberi salam. “Tuan ferdinant, apa kabar?” Keynan menyambutnya dengan hangat. Ferdinant pun mengajak Keynan untuk berbicara lebih panjang lagi. Tanpa sadar Keynan melupakan Valeta yang masih mengambil beberapa makanan di piringnya sampai penuh. Ia sangat senang dan segera duduk untuk memakannya. Tak peduli beberapa orang mengamati tingkah lakunya yang begitu kekanak-kanakan saat makan Valeta tak peduli, ia tetap makan dengan l

