Valeta menoleh mendapati bibi NIda menghampirinya sepertinya ia sangat cemas kehilangan Valeta. “Nona pergi kemana saja, saya cari Nona di kamar tapi tidak ada.” “Saya hanya jalan-jalan Bi!” “Syukurlah Nona baik-baik saja. Kalau sampai Nona pergi jauh Tuan Keynan pasti akan marah besar.” Terlihat raut wajah bibi Nida benar-benar khawatir. “Saya nggak pergi ke mana-mana kok Bi, Keynan nggak akan marah sama bibi.” Bibi Nida bernafas lega mendengarnya. “Oh ya Bi, apa taman bunga ini Keynan yang buat? Dia suka bunga?” tanya Valeta penasaran “Tuan Keynan alergi dengan bunga, taman bunga ini yang buat Nona Alishia.” “Alishia?” “Sebenarnya orang-orang di sini dilarang mengucapkan nama Alishia di depan Tuan Keynan, soalnya Tuan pasti akan sedih, tapi mungkin Nona perlu tahu siapa n

