Pagi itu, Valeta sudah dibuat kaget dengan hidangan sarapan pagi yang begitu banyak. Bahkan semua makanan kesukaannya tersaji merata di atas meja. Tentu saja Valeta senang, ia tak sabar ingin mencicipinya. Valeta menunggu kedatangan Keynan. Ia bingung kenapa Keynan belum juga turun dari atas. “Keynan ke mana, Bi?” Bibi Nida yang disebelahnya pun memberitahu kalau tuan Keynan sudah pergi ke Bandung pagi-pagi buta. “Ke Bandung?” Valeta kaget. “Iya Nona, ada urusan kerjaan yang harus ditanganinya di sana.” Harusnya momen ini menjadi momen menyenangkan bagi Valeta, dengan begitu ia terbebas dari Keynan untuk beberrapa hari ini. Namun tak disangka justru ia merasa kehilangan sosok Keynan. “Berapa hari Keynan di Bandung, BI?” tanyanya “Sepertinya sekitar satu minggu, itupun kalau p

