Kondisi Valeta berangsur membaik. Sepulang sekolah teman-teman sekelasnya datang menjenguknya. Ia sangat senang banyak yang mempedulikannya. "Lain kali jangan bikin gue panik lagi, gue takut lo tiba-tiba pingsan. Untung aja Pak Keynan langsung datang dan bawa lo ke rumah sakit," omel Nadia. Valeta kembali bisa tersenyum dan tertawa dengan teman-teman yang lain. "Astagah tadi pak Keynan keren banget. Apa kalau gue pingsan sama kaya Valeta, gue juga bakal digendong sama dia?" puji salah satu perempuan bernama Seril berangan-angan. "Ya udah besok lo pingsan, pasti pak Keynan bakal bawa lo ke rumah sakit... rumah sakit jiwa." sontak suasana di rumah sakit semakin ramai, Valeta begitu senang. "Tapi yang paling khawatir itu Ares. Iyakan?": "Apaan sih lo pada?" Anak'anak yang lain m

