"Ahhh sial, sial, gue kalah!" Ares yang masuk ke garis nomer 2 seakan tak terima dengan kekalahannya. Padahal ia hanya terlambat 2 menit dari pengendara tadi. "Res, kok lo bisa kalah sih?" Rio juga menyayangkan sahabatnya itu. "Sial, arghhh!" Terlihat pengendara tadi tersenyum sinis, meremehkannya. Kedua tangan Ares mengepal sempurna, saat emosinya akan memuncak, Rio menahannya. "Udah Res, biarin aja!" "Siapa sih tuh cowok, sok banget jadi oranh!" "Gue juga nggak tahu." Ares tak bisa menahan emosinya, ia pun langsung menghampiri laki-laki tadi dan nelabraknya. "Heh, ngeledek lo ya tadi?" Pengendara tadi yang masih memakai helm seakan tak terima. Rio langsung menahan amarah Ares agar tak terjadi keributan di sini. "Udah Res, tahan emosi lo!" "Nih cowok belagu, gue mau b

