Kita adalah sepasang jiwa, yang menolak untuk berdamai dengan luka. Berjalan berdampingan dengan rasa sakit, bersenandung dengan jiwa-jiwa yang meronta. Konon katanya rasa sakit itu akan menghilang bersamaan dengan waktu, bukan begitu? Atau tidak? Sejatinya rasa sakit itu semakin lama akan menjadi hidup berdampingan bersama dengan jiwa. Bersemayam di dalam ruang gelap di sudut hati. “Mbak makasih lo udah mau nemenin Hana disini” “Tentu saja aku akan selalu ada jika aku mampu bisa bantu kamu Han,” “Aku gatau mau manggil siapa lagi buat nemenin aku, Alesha tiba-tiba panas tinggi sedangkan mas David lagi ada di Hongkong baru saja berangkat semalam sama Kak Bara” Masihkah perasaan itu menggenang di hati nya? Bahkan dengan mendengar nama nya disebut saja sudah mampu membuat hati Nabilla be

