Chris menatap Emma yang masih terbaring di bathtub dengan air yang mulai mendingin. Napasnya sedikit tersengal, bukan hanya karena air dingin yang merendam tubuh mereka, tetapi juga karena gadis di hadapannya. Mata Emma yang setengah terbuka menatapnya dengan pandangan kabur, entah karena mabuk atau karena sesuatu yang lain. “Emma…” suara Chris terdengar berat, jemarinya dengan lembut menyapu helai rambut basah yang menempel di pipi gadis itu. Emma menggigit bibirnya, entah kenapa ada getaran aneh yang menjalar dalam tubuhnya setiap kali Chris menyentuhnya. Pria itu begitu intens, begitu mendominasi, tetapi di saat yang sama, kelembutan yang diberikan membuatnya merasa aman. “Aku… kedinginan,” gumam Emma lirih. Chris menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas. “Kita haru

