Janji berubah Mangkuk berisi satu porsi bubur ayam tersaji di meja kerja Nadin. Merry tadi mampir membeli dan ia ingat Nadin yang beberapa waktu belakangan selalu titip sarapan bubur ayam. "Bumil, selamat sarapan," ucap Merry yang menyembulkan kepala dari balik ruangannya. "Thank you, Mbak Bos yang baik hati...." Nadin yang baru datang langsung duduk dan tersenyum menatap sarapan menggiurkan itu. Ia mengusap perutnya terlebih dahulu. "Jangan mual ya, Nak, kamu harus dapat asupan gizi yang baik, kita makan sayang..." ucap Nadin yang mulai sarapan. Seorang Office Boy menghampiri, membawakan teh manis hangat untuknya. "Biar anget perutnya, Mbak Nadin," ucapnya. "Makasih, Asep, tau aja, lo." Nadin lalu mengacungkan jempol. Asep membalas. Pemuda 19 tahun itu Nadin yang memasukan bekerja d

