Nadin pingsan 2 minggu sudah Nathan tak menyentuh wanita, bahkan istrinya sendiri tak mau di sentuh. Nadin memilih menanggung dosa daripada b********h dengan suaminya yang sudah menjamah banyak lubang wanita lain. Nathan tak tahan, ia harus melepaskan hasratnya malam itu juga. Masa bodoh jika Nadin tau atau akan marah. Ia tak kuat lagi. Tengah malam, suara desahan itu begitu jelas lolos dari bibir suami Nadin, kedua matanya bahkan sampai terpejam menikmati kegiatan tersebut. Ia begitu harus melakukannya, mengabaikan semua yang coba ia perbaiki. Semakin lama, semakin terdengar jelas desahan nikmat Nathan, bahkan eraman nikmat tertahan saat pelepasan pun menjadi suara yang begitu menggema di ruangan itu. Nathan meloloskan apa yang ia bendung selama ini. Dahinya dibanjiri peluh, ia mendong

