CHAPTER 42

1100 Kata

Selama perjalanan, Aksa tak mau melepas genggaman tangannya dari Elina. Sesekali Aksa juga melirik menatap Elina. Hingga akhirnya Aksa dan Elina pun sampai di rumah Syila. Terlihat Zidan, Zara, Syila, dan Leo sudah menunggu. “Hai semua, maaf membuat kalian menunggu lama.” Ucap Aksa saat keluar mobil dan menyapa semuanya. “Tidak apa-apa aksa.” Zidan. “Mau berangkat sekarang?” Tanya Leo. “Tentu, ayoo.” Jawab Aksa. Merekapun masuk dalam mobil mereka masing-masing dengan pasangan mereka masing-masing. “Kita berangkat sekarang.” Ucap Aksa. “Iya, hati-hati Boo.” “Cium aku dulu.” Goda Aksa. “Haissh…” Elina pun mencium pipi Aksa. “Ayoo.” Elina tersenyum. Aksa mulai melajukan mobilnya. Dan mereka mulai melakukan perjalanan. “Boo?” Panggi Elina. “Iya?” “Apa papa tadi benar-benar berbic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN