Aksa segera menghapus airmatanya dan mencuci mukanya. Ia tak ingin jika ELina mengetahui bahawa ia menangis lagi. Setelah itu Aksa dan Zidan kembali ke meja makan lagi. Elina melihat Aksa dan Zidan kembali. “Hai.” Elina menyengir lucu. Aksa tersenyum mengusap rambut Elina, lalu duduk. “Lama sekali?” Elina. “Maaf.” “Matamu memerah? Kau menangis?” “Tidak. Mataku tiba-tiba sakit tadi.” “Sudah seleai makan?” Tanya Zidan. “Sudah.” Jawab semua. “Kalian kembalilah ke kamar dan istirahatlah.” Zidan. ***** Kamar Syila dan Leo. “Sayang, kau tidur di bawah ya.” Dilantai maksudnya. “YAAKK!! Kenapa?” Leo tak terima. “Aku jika tidur itu mempunyai kebiasaan menendang apapun yang ada disekitarku.” “Kau ini pacarku atau musuhku?” “Pacar yang kadang memusuhimu.” Jawab Syila santai. “Tidak!!

