CHAPTER 46

1301 Kata

“Aku tak bisa melihat Elina seperti ini.” Aksa kembali menangis. Ia tak tahan menahan airmatanya saat teringat Elina. Zidan mencoba menenangkan Aksa. “Percayalah, tak akan terjadi apa-apa pada Elina.” Setelah Aksa sedikit lebih tenang. Zidan dan Aksa menghampiri Elina. Elina masih terbaring lemah di tempat tidur. “Elinaa.” Zara. “Hai.” Elina mencoba bangun untuk duduk. “Kau kenapa?” Zara memeluk Elina. “Aku tak papa. Aku hanya kelelahan.” “Kau harus istirahat ya?” “Iya Zara.” “Mana makananku?” Tanya Aksa. “Kami belum makan malah Sa.” Zidan. “Pergilah makan, belikan sesuatu untukku dan Elina.” “Iya Sa, ayo sayang.” Ajak Zidan. “Iya, aku pergi dulu ya.” Zara. “Iya.” Elina. Zidan dan Zara pergi meningalkan kamar Aksa dan Elina untuk makan malam. “Boo?” Panggil Elina. “Iya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN