Pagipun tiba, mereka sudah bersiap untuk pulang dan berkumpul di parkiran hotel. “Zidan?” Panggil Aksa. “Iya?” “Apa kemarin kau berdarah?’ “Tidak, kenapa?” “Kemarin ada banyak bekas tissue berdarah di kamar mandi. Ku kira itu kau. Karena saat itu hanya kau dan Elina yang ke kamar mandi.” Zidan lupa tentang hal itu. “Ahh, itu? Emm… iya Sa. Kemarin kakiku sedikit berdarah.” “Kenapa?” “Hanya tergores sedikit.” “Ahh…” Elina datang bersama Zara dan Syila. “Boo…” Panggil Elina tersenyum. “Kemarilah.” “Huft, untung saja.” Gumam Zidan lega. Elina memeluk Aksa. “Kau sudah baik-baik saja.” Aksa mengecup dan mengusap rambut Elina. “Iya, hanya masih sedikit pusing.” “Siap untuk pulang?” “Siap,” “Sayang, ayo masuk mobil.” Ajak Zidan pada Zara. “Baiklah.” Zara. “Bebeb, ayo pulang.”

