Setelah makan malam selesai, Elina dan Aksa kembali ke kamarnya. Aksa tampak diam dan tatapannya kosong. Elina yang memperhatikan Aksa pun bingung. “Boo, kau kenapa?” “Hemm, aku tak apa Bee.” Aksa menatap Elina dengan mata sayu. “Kau marah padaku karena aku tak memperbolehkanmu menciumku?” Tanya Elina dengan wajah sedih lucu. “Hehehe… tidak sayang.” “Lalu ada apa? Aku juga melihatmu menangis di depan Sadam tadi.” “Aku tak apa Bee.” “Kau tak mau bercerita padaku?” Aksa diam. “Baiklah, aku akan mengerti, selamat malam Boo.” Elina mengecup pipi Aksa, kemudian berbaring membelakangi Aksa. Aksa menangis menatap Elina yang membelakanginya. Aksa memeluk Elina dari belakang. Elina pun kaget dan berbalik menatap Aksa yang menangis. “Ya… kenapa kau menangis lagi?” Elina mengusap airmata

