Mereka saat ini sudah sampai di sebuah hotel. “Kau masih pusing?” Tanya Aksa. “Tidak.” Jawab Elina tersenyum pada Aksa. “Apa Elina sakit?” Tanya Sadam saat mendengar ucapan Aksa. “Ahh, tidak.” Elak Elina. “Iya, saat turun dari pesawat tadi dia merasakan sangat pusing.” Jelas Aksa. “Ahh, kalau begitu segera istirahatlah. Ini kunci kamar kalian.” Sadam. “Iya, terima kasih.” “Sadam, terima kasih. Maaf merepotkanmu dan Nana.” ELina. “Tidak papa. Cepatlah istirahat.” “Ayo Bee.” Aksa merangkul Elina menuju kamarnya. Nana yang saat itu berada di samping Sadam, Nana terus menatap Aksa dan Elina. “Sayang, ayo.” Ajak Sadam, namun Nana masih menatap ke arah Aksa dan ELina. “Sayang?” Panggil Sadam lagi karena tak ada tanggapan dari Nana.. “Ahh, iya Sa.” “Sa? Sa siapa?” “Ahh, maksudku S

