Baru juga gue omongin, batin Andaru. "Pagi, Bang," sapa Andaru lalu melangkah maju melewati senior itu. Sayangnya, ia tidak peduli perkataan orang tentangnya. Ia tidak akan merendahkan dirinya untuk bisa selevel dengan orang-orang itu. Namun, sang senior nampaknya terlihat kesal karena diabaikan. Andaru menjatuhkan bokongnya di kursi sambil menghela nafas panjang. Ia menghidupukan komputernya, sambil menuggu proses booting, ia berjalan ke arah pantry untuk membuat segelas teh. Disana ia bertemu dengan Dimas yang sedang membuat kopi. "Tumben ngeteh di kantor, Ru? Bini lo mana?" tanya Dimas duduk disalah satu kursi di sana. "Lagi di rumah orang tuanya, Bang." Andaru ikut duduk disana sambil menyesap teh. "Gimana hubungan lo sama mertua? Lancar?" tanya Dimas, menurut Andaru, pria ini be

