Nuha berdecak kesal melihat reaksi Ageron. Dia langsung mendekati adiknya itu dan memukul kepalanya cukup kuat. Ageron hanya bisa meringis dan menatapnya kesal. Nuha pun memberikan isyarat untuk meletakkan Sahid di kamar terlebih dahulu barulah mereka bisa berbincang. “Kenapa kau bisa ada di sini, Kak?” Tanya Ageron bingung dan duduk di samping kakaknya. “Ya karena aku ingin pulang ke sini. Memangnya tidak boleh? ‘kan ini juga rumah orang tuaku.” Jawab Nuha santai. “Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar.” “Memangnya kau ingin mendengar apa?” “Apakah kau ada masalah dengan suamimu? Biasanya kau akan pulang ke sini jika ada masalah dengan suamimu.” “Sembarangan kalau berbicara! Aku hanya ingin pulang.” Jawab Nuha sambil mengalihkan pandangannya. Ageron tahu betul dengan gerak tubuh

