Sudah satu mingu ini Ageron gamang dengan keputusan yang dia ambil. Semua berkas untuk melanjutkan studinya ke London sudah selesai dari beberapa hari lalu tapi entah kenapa dia masih ragu untuk berangkat. Nuha sudah menunggunya dari dua hari yang lalu. Suara pintu di ketuk dari luar membuyarkan semua lamuan Ageron. “Sedang apa?” Tanya Dira yang membuka pintu setelah dipersilahkan oleh Ageron. “Tidak ada, Ma. Ada apa mama ke kamar? Ada yang perlu aku bantu?” “Tidak ada apa-apa. Mama hanya mengecek apakah kamu tidur atau tidak. Apa yang sedang kamu pikirkan, Nak?” “Ehm… aku masih ragu, Ma. Apakah keputusan untuk melanjutkan study ini sudah tepat. Aku takut nanti aku tidak bisa berkonsentrasi di sana. Dan membuat mama, papa, serta kak Nuha kesulitan dan menghabiskan uang saja.” “Sekaran

