Ageron menatap Aldefo dengan tatapan membunuh. Sedari tadi dia menahan emosi yang sudah membumbung tinggi di ubun-ubunnya. Melihat wajah laki-laki ini langsung teringat semua cerita Nuha saat mereka berbincang di ruang keluarga orang tuanya. Sedangkan Nuha hanya bisa menunduk malas. Dia bukannya malu, tapi dia sangat malas bersitatap dengan mantan suaminya ini. “Bisa-bisanya gue ketemu mahluk sialaan ini! Di bandara pula.” Gerutu Nuha kesal. “Jadi kalian saling kenal? Dan tadi hanya salah paham saja?” tanya petugas keamanan bandar itu. “Iya, dia adik ipar saya, Pak.” jawab Aldefo tegas. Dia tidak mau menghabiskan waktunya di pos keamanan bandara. Petugas keamanan bandara ini menimbang cukup lama Sebelum mempersilahkan mereka semua keluar dari pos jaga ini. Dia juga kasihan melihat Sahi

