Baru saja Ageron ingin keluar dari ruangan dokter Nima, pintu ruangan itu dibuka dari luar. Ada Reno dan juga Dira kedua orang tua Ageron. Dokter Nima yang tadi berdiri membelakangi pintu langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang membuka pintu ruangannya. Dia langsung salah tingkah saat tahu siapa yang ada di depan sana. Dokter Nima langsung menurunkan tangannya yang sedari tadi ada di pinggangnya. Lalu mendekati kedua orang yang saat ini sudah menjadi atasannya. “Silahkan masuk, Dok, Bu.” Ucapnya mempersilahkan kedua orang itu. Reno dan Dira pun memasuki ruangan dokter Nima. Karena ini merupakan ruang praktek, jadi mereka berdua pun duduk kursi yang ada di depan meja konsultasi. Lama Reno memperhatikan dokter Nima sebelum akhirnya dia membuka suaranya. “Jadi, kapan ka

