Weekend pun tiba, dan hari ini Ageron mengajak dokter Nima untuk berkunjung ke rumah orang tuanya di Jakarta. Ageron Sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi Sahid saat melihatnya datang. Jika mengingat Sahid entah kenapa Ageron merasa sangat bersalah dengan anak itu. Semenjak dia menjabat sebagai direktur utama rumah sakit yang sudah dibeli oleh kedua orang tuanya, Ageron tidak pernah lagi menelpon Sahid. Sahid lah yang sering melakukan video call di saat anak itu merindukannya. Mobil yang dikendarai Ageron pun menepi, dia memberhentikan mobilnya di depan toko mainan kecil yang ada di pinggir jalan. Dokter Nima sedikit bingung, untuk apa Ageron berhenti di sini. Tapi dia tidak mau bertanya. Pikirnya Ageron akan membelikan mainan untuk keponakannya, atau siapapun itu. Tak berapa lama Age

