Sore ini Ageron harus berdiri di bawah pancuran air dingin lebih lama dari biasanya. dia menyesali menerima tawaran dokter Nima. Jika tahu akan jadi seperti ini lebih baik dia pulang naik ojek seperti tadi pagi. setelah semuanya reda dan kembali semula Ageron pun memutuskan untuk tidur sejenak sebelum akhirnya mengecek semua pekerjaannya sekali lagi. Tapi seeprtinya Tuhan tidak merestui niatan itu. Karena baru saja dia memejamkan matanya ponselnya berdering nyari. Di layar yang bersinar terang itu tertera kata mama. Jadi mau tidak mau Ageron pun mengangkat telepon itu. “Ya, Ma.” “Kamu lagi apa, Ag? sibuk?” “Nggak. Aku baru saja selesai mandi dan mau tidur rencananya.” “Kebiasaan. Sebentar lagi itu magrib tidak baik tidur. Kamu itu dokter ‘kan? Masa hal yang seperti ini saja tidak tahu

