Bujukkan

1285 Kata

Sudah lebih dari tiga puluh menit dokter Nima duduk di sofa yang ada di ruangan Ageron. Tapi laki-laki yang sedari tadi ditatap oleh dokter Nima masih tidak bergeming sedikit pun. Ageron masih sibuk dengan apa yang dia kerjakan. Atau lebih tepatnya berlagak sibuk sendiri. Padahal sedari tadi dia tidak mengerjakan apapun. Ageron hanya membolak-balik halaman map yang sudah selesai dia baca sedari tadi pagi. Dokter Nima menghela napasnya berat. Dia benar-benar kesal dengan sikap Ageron sore ini. Bisa-bisanya dia diabaikan begini. Dokter Nima berniat untuk beranjak dari kursi dan menghampiri Ageron. Tapi langkahnya terhenti karena di larang oleh Ageron. “Kau tidak perlu menghapiriku ke sini. Cukup dari sana saja. Katakan apa yang kau inginkan? Aku tahu sedari tadi kau Tampak kesal dan bernia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN