Jakarta, 08 : 00 Pagi ini Ageron bangun dengan kondisi mental yang tidak baik. Dia masih dibayangi rasa bersalah karena sudah merenggut hal paling berharga dari seorang wanita. Dia pun Sudah berusaha mencari wanita itu dan bertanya ke sana ke mari sebelum kembali ke Indonesia. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada satu orang pun yang tahu siapa wanita yang menghabiskan malam bersamanya. Setelah membersihkan diri dan bersiap untuk datang ke rumah sakit milik keluarga besarnya sebagai dokter muda, Ageron pun bergabung dengan yang lain untuk sarapan pagi ini. Di meja makan sudah ada Sahid yang sudah berseragam rapi. Saat ini Sahid sudah resmi menjadi murid taman kanak-kanak. Dan kamar mereka pun sudah terpisah. “Baba, kenapa lama sekali turunnya? Apakah ada hal yang Baba lupa?” Protes Sahid. Kare

