Ageron berjalan menuju meja informasi yang berada di lobi rumah skait ini. Tapi tidak ada orang di sana. Dia pun meletakkan perawalan yang dia bawa di dekat sana dan mencari-cari security yang bisa membantunya. Sayangnya tidak ada satu orang pun yang terlihat di lobi rumah sakit ini. Dengan terpaksa dia membawa barang bawaannya itu ke ruang IGD yang pasti sudah ada orangnya. Ageron melangkah masuk ke dalam ruang IGD dan mendengar ada suara seorang wanita yang berteriak kesakitan. Walaupun belum lama menjadi dokter spesialis kandungan, Ageron paham betul jika itu suara seorang wanita yang ingin melahirkan. Dengan sembarang dia menaruh barang bawaanya dan mendekati bed dimana wanita itu berbaring lalu menyingkap tirai yang menutupinya. “Hei!” Teriak Nima saat mendapati ada orang yang denga

